Hormon Berperan Penting Dalam Penyakit Osteoporosis
Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tertentu dalam tubuh dapat berkontribusi untuk penyakit osteoporosis. Khususnya bagi wanita selama dan setelah menopause, ovarium membuat jauh lebih sedikit hormon estrogen. Hilangnya estrogen juga dapat terjadi dengan operasi pengangkatan indung telur atau karena diet dan olahraga yang berlebihan. Padahal estrogen membantu melindungi tulang. Pria menghasilkan testosteron kurang (dan estrogen yang diproduksi dalam jumlah kecil pada laki-laki) dengan bertambahnya usia mereka. Penurunan hormon ini juga dapat menyebabkan hilangnya tulang yang dapat berujung pada osteoporosis.
Ketidakseimbangan hormon lain yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis meliputi kelenjar tiroid terlalu aktif, diabetes, dan hiperprolaktinemia, di mana kelenjar hipofisis menghasilkan terlalu banyak hormon prolaktin.
Gangguan makan, terutama anoreksia nervosa, meningkatkan risiko osteoporosis. Keropos tulang terjadi sebagian karena gizi buruk, dan pada wanita, sebagian karena ovarium berhenti berfungsi normal, memproduksi sedikit estrogen.